Cheribon.id
Download Lagu Green Day Album American Idiot MP3 Gratis

Download Lagu Green Day Album American Idiot MP3 Gratis


Sebuah album yang dirilis pada 21 September tahun 2004, album ini merupakan album Studio ketujuh dari Band Green Day

Melalui label Reprice Records dan diproduseri oleh Rob Cavallo, album tersebut mulai direkan di studio 880, Oakland California dan diselesaikan di Los Angeles.

Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan lagu dari Band Green Day dengan albumnya American Idiot

Buat Anda yang ingin unduh lagu tersebut dapat klik atau tap button di bawah ini

Download Lagu Green Day Album American Idiot


Nah, tidak perlu menunggu lama Anda dapat unduh lagu Green Day album American Idiot dengan link dibawah ini

Itulah link download lagu Green Day Album American Idiot yang Anda butuhkan semoga bermanfaat untuk Anda dan menikmati lagunya, terima kasih.

Samsat Sumber Cirebon Sisir Kendaraan Nunggak Pajak di Komplek Pemda

Samsat Sumber Cirebon Sisir Kendaraan Nunggak Pajak di Komplek Pemda


UPT Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Cirebon I Sumber menyisir kendaraan yang menunggak pajak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon, Selasa (13/1/2026)

Kendaraan roda dua yang menunggak pajak akan dikalungi surat sanksi berupa teguran untuk segera membayar pajak kendaraan. Sedangkan roda empat surat diletakan pada kaca depan.

Kepala UPT Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Cirebon 1 Sumber, Widianto Nugroho Adi mengatakan, penyisiran ini setelah pihaknya mendapatkan laporan bahwa ribuan kendaraan milik ASN dan plat merah nunggak pajak.

“Kami sisir dari dinas ke dinas kendaraan mana yang sudah membayar dan yang belum membayar pajak,” ungkapnya.

Data yang diterima Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Cirebon 1 Sumber ada 5.268 unit kendaraan yang nunggak pajak. Paling banyak di Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

“Dengan rincian, kendaraan roda dua berjumlah 4.687 unit, dan roda empat ada 581unit,” kata Widianto.

Kendaraan yang menunggak pajak tersebut milik pegawai di lingkungan Pemkab Cirebon. Namun ada pula kendaraan plat merah yang belum membayar pajak. Pihaknya mengingatkan untuk segera membayar agar tidak terkena denda.

“Kami ingatkan jika sebelum batas waktu pajak kendaraan bermotor harus segera dibayarkan. Jangan telat nanti kena denda,” katanya.

Ke depan pihaknya mengandeng Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon terkait data kendaraan milik ASN.

“Data ini akan menjadi acuan kami saat mengingatkan pembayaran pajak kendaraan milik ASN,” tegasnya. 

Ada Lima Desa di Babakan Belum Cair Dana Desa Tahap II, Ini Kata FKKC dan DPMD Kabupaten Cirebon

Ada Lima Desa di Babakan Belum Cair Dana Desa Tahap II, Ini Kata FKKC dan DPMD Kabupaten Cirebon


Hingga Kamis, 18 Desember 2025, sebanyak lima Desa di Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, belum menerima pencairan Dana Desa (DD) tahap II. Kondisi ini dinilai semakin mendesak karena tahun anggaran 2025 akan segera berakhir.

Dari total 14 desa di Kecamatan Babakan, lima desa yang hingga kini belum menerima pencairan DD tahap II yakni Desa Pakusamben, Serang Wetan, Kudukeras, Sumber Lor, dan Bojong.

Ketua Forum Komunikasi Kuwu Kecamatan (FKKC) Babakan, Wargono, yang juga Kuwu Desa Sumber Kidul – Kec Babakan, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Camat Babakan Asep Nurdin terus melakukan pendampingan dan koordinasi guna membantu desa-desa yang belum menerima pencairan.

“Kami bersama Camat Babakan terus mensupport kuwu-kuwu. Bahkan untuk fasilitasi tempat koordinasi pun langsung difasilitasi oleh camat,” ujar Wargono, Rabu (17/12/2025).

Namun demikian, Wargono mengaku belum mengetahui secara pasti kendala teknis yang menyebabkan dana desa tahap II di lima desa tersebut belum juga cair. Ia menyebut, persoalan ini telah disampaikan hingga ke tingkat pimpinan daerah.

“Saat kunjungan Wakil Bupati Cirebon, Pak Agus Kurniawan Budiman, ke Desa Sumber Lor dalam agenda peresmian BUMDes, persoalan lima desa yang belum cair dana desanya ini juga sudah kami sampaikan,” kata Wargono.

Sementara itu, salah seorang kuwu dari desa yang dana desanya belum cair mengungkapkan bahwa pihak desa sempat menerima informasi pencairan akan dilakukan pada 19 Desember 2025.

“Kami juga bingung. Sudah bolak-balik ke DPMD, melengkapi berkas dan mengikuti arahan, tapi sampai sekarang belum juga cair. Di sisi lain, warga terus mempertanyakan kenapa belum ada pembangunan yang signifikan,” ujarnya.

DPMD Akui Ada Kendala Regulasi

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, Iwan Hardiawan, saat berada di Kecamatan Lemahabang, Selasa (9/12/2025), sempat memberikan penjelasan terkait keterlambatan pencairan Dana Desa tahap II.

Menurut Iwan, salah satu faktor pengganjal pencairan DD tahap II adalah adanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2015, yang menyebabkan dana desa tertahan.

“Kendati demikian, ada mekanisme penyelesaian untuk masalah ini. Namun saat ini kami masih menunggu surat edarannya,” ujar Iwan.

Ia juga menyebut, dari jumlah desa yang belum menerima pencairan, terdapat 31 desa di Kabupaten Cirebon yang belum mengajukan pencairan sama sekali.

“Selain itu, kendala lainnya adalah Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Dana Desa tahap I yang belum selesai disusun,” tambahnya.

Meski demikian, Iwan menegaskan bahwa desa-desa yang belum mengajukan pencairan masih memiliki kesempatan hingga 19 Desember 2025.

Ia mengungkapkan, persoalan keterlambatan pencairan Dana Desa ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Cirebon, melainkan juga dialami oleh 172 desa dan dirasakan di sejumlah daerah lain di Indonesia.

“Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran para kuwu karena banyak kegiatan desa yang sudah direncanakan, namun dana belum tersedia. Hal inilah yang sempat memicu reaksi dan aksi unjuk rasa kuwu di berbagai daerah,” pungkasnya.

sumber : jabarpublisher
Pastikan Nataru Aman Lancar, Kapolresta Cirebon Sidak Pos Operasi Lilin Lodaya

Pastikan Nataru Aman Lancar, Kapolresta Cirebon Sidak Pos Operasi Lilin Lodaya


Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H. turun langsung melakukan pengecekan kesiapan Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) dalam rangka Operasi Lilin Lodaya 2025. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di wilayah hukum Polresta Cirebon berjalan aman dan kondusif.

Pengecekan tersebut dilaksanakan pada Minggu (21/12/2025) dengan menyasar sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. 

Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Pos Pelayanan Weru, Objek Wisata Tropikana Waterpark, Pos Pengamanan Palimanan, Pos Pengamanan Kanci, Pos Pengamanan Gebang, Pos Pengamanan Losari, serta sejumlah pos lainnya.

Kapolresta Cirebon menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung pengamanan, kelengkapan administrasi, serta kesiapsiagaan personel di lapangan. 

Selain itu, kondisi jalur lalu lintas juga menjadi perhatian utama mengingat meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Nataru.

“Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung pengamanan siap digunakan, administrasi lengkap, personel siaga, serta jalur lalu lintas dalam kondisi aman. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan optimal dan humanis,” ujar Kombes Pol Sumarni.

Dalam arahannya, Kapolresta menekankan agar personel tidak hanya berjaga di pos, namun aktif melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan kendaraan.

Hal ini penting untuk mengantisipasi potensi kemacetan yang kerap terjadi selama masa libur panjang.

Selain pengaturan lalu lintas, personel juga diminta meningkatkan patroli di kawasan rawan kriminalitas, objek vital, serta pusat keramaian masyarakat. 

Upaya tersebut dilakukan guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Operasi Lilin Lodaya berlangsung.

“Personel harus selalu waspada, aktif mengatur lalu lintas, dan rutin melaksanakan patroli di titik rawan kriminalitas maupun kemacetan. Tujuannya agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama libur Nataru,” tegasnya.

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril, Kapolresta Cirebon juga menyerahkan bantuan berupa paket makanan dan minuman kepada personel yang bertugas di Pos Pam dan Pos Yan.

sumber : radar cirebon
49 Pejabat Pemkot Cirebon Berakhir Dimutasi, Edo: Jabatan Bukan Hadiah

49 Pejabat Pemkot Cirebon Berakhir Dimutasi, Edo: Jabatan Bukan Hadiah

Sebanyak 49 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon resmi dimutasi, Jumat pagi (28/11/2025). Seremoni rotasi dan mutasi tersebut dilakukan oleh Walikota Cirebon Effendi Edo di halaman Setda Kota Cirebon.

Dari 49 pejabat, di antaranya 16 pejabat pada jabatan administrator dari eselon III, 26 pejabat pada jabatan pengawas dari eselon IV, serta 7 kepala sekolah. Pada kesempatan itu, Walikota Cirebon Effendi Edo mengatakan mutasi dan rotasi adalah hal yang biasa di lingkungan pemerintah.

Jabatan merupakan kepercayaan yang harus dijaga, dibuktikan melalui kinerja yang terukur, integritas yang kuat, dan profesionalisme.

Ia memastikan bahwa jabatan yang diemban adalah kinerja masing-masing ASN. Tidak ada yang membayar atau pun hadiah karena kedekatan. “Jabatan yang diemban bukanlah hadiah dan tidak ada yang membayar serupiah pun, semua dilihat dari kinerja, melalui manajemen talenta. Ini adalah amanah dan tanggung jawab besar yang menuntut kesungguhan, ketulusan, dan dedikasi nyata bagi masyarakat Kota Cirebon," ujar Edo.

Ia juga menyampaikan bahwa setiap pegawai yang hari ini menempati posisi baru telah melalui proses penilaian yang cermat dan objektif. Jabatan yang diemban bukan sekadar rutinitas atau seremoni formalitas, melainkan wujud nyata dari kebutuhan organisasi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Kota Cirebon.

Para pegawai yang dilantik hari ini adalah wajah baru yang diharapkan membawa energi segar dan semangat pembaruan bagi setiap perangkat daerah. Edo mengingatkan, amanah ini harus dibawa dengan kesungguhan dan kesadaran bahwa setiap keputusan, setiap langkah, dan setiap kebijakan memiliki dampak yang langsung dirasakan oleh warga.

“Jabatan ini hadir untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, memastikan berjalannya sistem merit, dan yang terpenting, meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.

Ia menyampaikan tiga pesan kunci yang menjadi komitmen bersama. Pertama, integritas dan kualitas hasil. Ia mengingatkan bahwa birokrasi tidak boleh hanya sibuk pada proses, setiap tindakan harus menciptakan dampak nyata.

“Jika masyarakat Kota Cirebon tidak merasakan perubahan positif dari kerja kita, berarti ada yang salah. Jadikan setiap tugas sebagai ladang pengabdian yang murni,” pesannya.

Kedua yaitu adaptif, responsif, dan inovatif. Lingkungan strategis yang terus berubah menuntut kemampuan beradaptasi yang cepat. Wali Kota mengajak seluruh pegawai untuk melaksanakan tugas dengan inovasi, memanfaatkan teknologi informasi, dan menghadirkan solusi yang nyata.

“Para Pejabat Fungsional adalah tulang punggung profesionalitas. Tingkatkan kompetensi, hadirkan keahlian yang berdampak bagi permasalahan kota,” ucapnya.

Ketiga, khusus bagi Kepala Sekolah yang baru dilantik, Wali Kota menekankan pentingnya menjadi pemimpin pembelajaran sejati, bukan sekadar manajer sekolah.

Pendidikan adalah fondasi masa depan Kota Cirebon, dan sekolah harus menjadi ruang yang aman, ramah, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik. Tidak ada tempat bagi kekerasan dan diskriminasi dalam pendidikan.

Katanya, Kinerja yang baik tidak dapat dicapai sendiri, melainkan melalui komunikasi yang sehat, koordinasi yang kuat, dan kerja sama yang harmonis. Kebersamaan menjadi kunci dalam setiap langkah pembangunan Kota Cirebon.

“Saya percaya Bapak dan Ibu yang dilantik hari ini adalah orang-orang pilihan yang siap bekerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi Kota Cirebon,” imbuhnya.

Radar
Jalur Kuningan-Cirebon Berdebu, Pengendara Keluhkan Material Galian Kotori Jalanan

Jalur Kuningan-Cirebon Berdebu, Pengendara Keluhkan Material Galian Kotori Jalanan

Imbas aktifitas galian di wilayah Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Jalur Cirebon-Kuningan dikeluhkan oleh para pengendara. 

Para pengemudi yang melintas dari arah Kuningan maupun sebaliknya, mengeluhkan material galian yang mengotori jalanan.

Material galian yang berserakan di jalanan, membuat debu beterbangan. Jika turun hujan, jalanan berubah menjadi licin dan membahayakan pengendara.

Selain membahayakan bagi keselamatan berkendara, debu yang beterbangan juga mengacam kesehatan bagi warga yang terdampak.

Kondisi tersebut, dirasakan langsung Faridz (23), warga Kecamatan Beber yang sehari-harinya sering melintas di jalur tersebut.

Menurutnya, aktifitas galian tanah di wilayah Kecamatan Beber, membuat jalanan penuh dengan debu dan pasir.

Kondisi tersebut, jelasnya, membuatnya pengendara menjadi terganggu dengan debu yang beterbangan yang juga bisa berimbas terhadap kesehatan.

"Lebih parah lagi kalau hujan turun, jalanan menjadi licin dan kendaraan menjadi kotor," ungkap Faridz, Sabtu 29 November 2025.

Dirinya yang saban hari pulang pergi Cirebon-Beber, harus ekstra hati-hati jika melintas jalanan tersebut.

Selain licin, serpihan pasir dan tanah yang berserakan di jalan menikung, bisa mengakibatkan kecelakaan jika pengendara tidak hati-hati dalam berkendara.

"Saat saya melaju kencang dan tiba-tiba harus menikung, saya sangat khawatir. Kondisi jalan yang berpasir dan tanah ini berbahaya," tuturnya.

Kondisi jalan yang berkelok dan menikung, ditambah dengan curah hujan yang sering terjadi di kawasan tersebut, membuat situasi semakin parah. 

"Iya setiap saya melewati jalan itu, saya merasa was-was. Apalagi ketika hujan turun, permukaan jalan menjadi lebih licin dan berbahaya untuk dilalui," tambahnya.

Pengendara lain juga mengeluhkan kondisi yang sama. Banyak dari mereka yang mengalami kotoran debu menempel di wajah dan kendaraan mereka, membuat perjalanan terasa tidak nyaman.

"Kondisi ini tidak hanya mengganggu, tetapi berdampak pada kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pernapasan," ucapnya.

Selain masalah kesehatan, para pengguna jalan juga mengkhawatirkan potensi kecelakaan yang bisa terjadi akibat jalan yang tidak terawat. 

"Saya berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kondisi jalan ini. Ini sangat penting demi keselamatan semua pengguna jalan," pintanya.

Dengan kondisi tersebut, dirinya berharap ada upaya pencegahan dari pihak terkait jika aktifitas galian di wilayah tersebut memang memiliki izin resmi.

Dirinya mengusulkan perlunya tanda peringatan atau pengaman di sekitar area galian, agar kejadian yang tidak diinginkan menimpa para pengendara.

"Setidaknya, jika ada tanda peringatan sebelum ada galian, pengemudi bisa lebih waspada saat melintas di kawasan itu," pungkasnya.
Penemuan Mayat di Sungai Ciberes Gemparkan Warga Dompyong Kulon Kec. Babakan

Penemuan Mayat di Sungai Ciberes Gemparkan Warga Dompyong Kulon Kec. Babakan


Warga Dusun 4 Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kab Cirebon, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di aliran Sungai Ciberes, Selasa (25/11/2025). Mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB oleh seorang warga bernama Wahyu yang saat itu hendak memancing.

Menurut keterangan, Wahyu semula melihat sesuatu yang menyerupai tangan manusia mengambang di sungai saat sedang memancjng. Karena kaget, ia kemudian mendekat dan memastikan bahwa yang dilihatnya benar-benar jasad manusia. Panik, Wahyu langsung berlari sambil berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Gebang, AKP Wawan Hermawan., S.H. Saat ditemukan, jasad tersebut berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan berusia 40–50 tahun, dalam kondisi sudah membengkak dan hanya mengenakan celana dalam.

Petugas kepolisian bersama warga dan anggota Koramil 2005 Babakan kemudian melakukan evakuasi dari lokasi sungai menuju daratan. Bahkan, salah satu wartawan Jabar Publisher, Adi alias Ucok, ikut membantu proses pengangkatan jenazah sambil melakukan peliputan di lokasi kejadian. Begitu juga dengan Kuwu Dompyong Kulon Khumaidi yang mengawal langsung jalannya evakuasi hingga selesai

Hingga saat ini, identitas korban belum diketahui. Jasad telah dibawa ke RSUD Waled untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian serta mencari keluarga korban. Warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut diminta segera menghubungi Polsek Gebang.

Formulir Kontak